SMP Negeri 2 Cilongok – Supervisi pembelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan di SMP Negeri 2 Cilongok pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan Desi Rosita, S.Pd. sebagai guru model dan Bapak Mutakin, S.Pd., M.Pd. sebagai pengawas. Kegiatan berlangsung di ruang Multimedia dengan melibatkan Murid kelas VII G.
Kegiatan supervisi diawali dengan pra observasi yang dilaksanakan di ruang tamu Kepala Sekolah. Setelah pra observasi, kegiatan dilanjutkan dengan proses belajar mengajar di ruang Multimedia.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, Desi Rosita, S.Pd. menggunakan model pembelajaran gamifikasi dengan tema menyunting tulisan. Pembelajaran didukung dengan penggunaan media IFP (Interactive Flat Panel).
Pelaksanaan pembelajaran tersebut juga diikuti oleh observer, yaitu Gesti Yuniawati, S.Pd. Ing.,Bahtiar Amin Zuhri, S.Pd., Arfi Frimuati, S.Pd.,Para observer melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran yang berlangsung.
Setelah kegiatan pembelajaran selesai, dilaksanakan refleksi bersama. Dalam refleksi tersebut, Bapak Mutakin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan catatan terkait pentingnya menghubungkan hasil refleksi pembelajaran dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
“Refleksi pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebaiknya sampai pada aplikasi di kehidupan nyata,” tutur Bapak Mutakin, S.Pd., M.Pd.
Pesan tersebut menjadi salah satu catatan dalam refleksi pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII G. Refleksi diarahkan agar pengalaman dan pemahaman yang diperoleh Murid melalui pembelajaran dapat memiliki keterkaitan dengan penerapannya dalam kehidupan nyata.
Pada saat refleksi, diikuti oleh tiga orang murid yang mengikuti Balqis Tsalju Syakira, Alfiah Kharisma, dan Efi Rina Agustin. dan juga kehadiran tiga orang tua murid, yaitu Mingun Adi Susanto, Giat Riyadi, dan Endang Artiati Suhesti Selain itu ada tiga orang.
Kegiatan supervisi pembelajaran ini menjadi bagian dari upaya pengamatan, refleksi, dan pengembangan proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Cilongok. Melalui kegiatan tersebut, proses pembelajaran dapat menjadi bahan refleksi bagi guru untuk terus mengembangkan praktik pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan murid. (Tim Redaksi)